dekompresi
Sumber gambar : Google (untuk digunakan ulang)
dekompresi
Sumber gambar : Google (untuk digunakan ulang)

Pahami Gejala, Penyebab dan Bahaya Penyakit Dekompresi Bagi Anda yang Hobi Menyelam-Saat nelayan atau penyelam masuk ke dalam air laut, mereka pasti akan menghadapi perbedaan tekanan yang ada di udara lepas dan juga di bawah laut. Tekanan di bawah air laut cenderung lebih besar dan kuat yang dapat berbahaya bagi para penyelam. Saat penyelam menyelam ke kedalaman air laut yang lumayan dalam, kemudian mereka secara tiba-tiba naik ke permukaan, hal tersebut dapat menyebabkan kemungkinan bagi mereka untuk terkena dekompresi.

Faktanya adalah ketika seseorang melakukan penyelaman yang semakin dalam, maka bobot air akan semakin besar pula. Agar bisa mendapat cukup oksigem penyelam harus menghirup gas dalam botol dengan tekanan, atau sering disebut sebagai tabung gas oksigen. Cara ini akan membuat paru-paru berada di bawah tekanan yang sama dengan tekanan air yang ada di sekitar. Tekanan dari oksigen, nitrogen, dan gas lain akan melarutkan gas dalam jumlah yanglebih besar di dalam darah. Hal tersebut tentu tidak akan terlalu berbahaya asal penyelam berada dalam kedalaman tertentu yang tidak terlalu dalam. Namun, masalah akan mulai muncul jika penyelam harus muncul ke permukaan secara langsung dari dasar laut, karena akan mengalami penurunan tekanan secara drastis.

Pembentukan gelembung

Saat penyelam naik terlalu cepat dari kedalaman laut ke permukaan, maka akan terjadi penurunan tekanan yang tiba-tiba. Hal tersebut akan menyebabkan gas yang telah terlarut dalam darah akan keluar dari larutan dan berekspansi. Selanjutnya, paru-paru tidak akan mampu mengeluarkan gas tersebut dengan cukup cepat, sehingga terbentuk gelembung dalam aliran darah yang menghentikan aliran darah dan menimbulkan nyeri yang hebat. Rasa nyeri ini biasanya dirasakan pada bagian sendi lutut, bahu, dan siku. Faktanya, rasa nyeri tersebut dapat dikurangi dengan cara meregangkan otot atau juga bisa dengan membungkuk. Rasa nyeri akibat penyelaman inilah yang dalam dunia medis disebut sebagai dekompresi.

Selain sering menyerang pada nelayan dan penyelam, penyakit ini juga bisa dialami olehpara pilot pesawat terbang. Secara keseluruhan, penyakit ini merupakan akibat dari perubahan tekanan udara yang drastis, sehingga para pekerja yang sering bekerja dengan perbedaan alam (darat ke laut atau darat ke udara), tentu akan mendapatkan perbedaan tekanan udara yang cukup besar, sehingga memungkinkan untuk terkena penyakit ini.

Pada kasus yang lebih buruk, gelembung yang mengelilingi kantung bekuan darah dapat menyumba arteri (jantung). Jika gelembung terbentuk di tempat penting pada susunan saraf, maka akan dapat menyebabkan kelumpuhan bersifat permanen pada penderitanya. Gelembung dalam aliran darah tersebut dapat menimbulkan nyeri hebat, yang menyebabkan ruam di kulit, dan iritasi kulit, gangguan pernafasa, bahkan mual.

Solusi yang bisa dilakukan untuk menghindari dekompresi yang cepat adalah mengatur pernafasan dengan baik. Hal tersebut tidak sepenuhnya menyembuhkan, tetapi akan mengurangi rasa sakit yang dirasakan saat menyelam, dengan cara tubuh membuang kelebihan gas melalui paru-paru dengan kecepatannya sendiri.

Bagi para penyelam pemula, sangat disarankan untuk tidak langsung menyelam pada kedalaman laut sangat dalam. Terutama karena kurangnya pengalaman dalam mengatur pernafasan, akan membuatnya cenderung mudah terkena dekompresi lebih cepat. Oleh karena itu, latihan pernafasan secara teratur sebelum melakukan penyelaman sangat penting untuk dilakukan, terutama untuk menahan nafas yang panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here