penyakit parkinson
Sumber gambar : Google (untuk digunakan ulang)
penyakit parkinson
Sumber gambar : Google (untuk digunakan ulang)

Penyakit Parkinson adalah penyakit progresif yang dimulai perlahan, seringkali dengan getaran kecil. Tapi seiring berjalannya waktu, penyakit ini akan mempengaruhi hampir seluruh kondisi tubuh, mulai dari ucapan, gaya berjalan, hingga kemampuan kognitif pasien. Meskipun saat ini teknologi sudah berkembang pesat, namun para dokter di seluruh dunia belum dapat menemukan obat terbaik untuk penyakit ini. Hal terpenting yang dapat dilakukan adalah mengenali gejala Parkinson lebih dini dan mengatasi beberapa efek samping yang ditimbulkan tersebut.

Berikut adalah beberapa gejala sekunder penyakit parkinson yang lebih umum terjadi dan apa saja yang dapat pasien lakukan untuk membantu mengatasinya.

Depresi

Depresi sangat umum terjadi pada pasien penderita Parkinson. Sebenarnya, beberapa perkiraan setidaknya 50 persen penderita penyakit Parkinson akan mengalami depresi. Menghadapi kenyataan bahwa tubuh dan kehidupan pasien tidak akan pernah sama, hal itu dapat menganggu kesehatan mental dan emosional pasien. Gejala depresi meliputi perasaan sedih, cemas, atau kehilangan nafsu makan.

Untuk mengatasinya, penting bagi para pasien untuk berkonsultasi dengan dokter bahkan psikolog. Mereka akan membantu pasien menenangkan diri. Beberapa pasien Parkinson menenangkan diri mereka dengan obat anti depresan, namun tetap perhatikan pada dosis yang telah ditentukan.

Kesulitan Tidur

Lebih dari 75 persen penderita penyakit Parkinson mengalami masalah tidur. Pasien mungkin mengalami tidur yang gelisah, di mana pasien sering terbangun di malam hari. Pasien mungkin juga mengalami gangguan tidur di siang hari. Konsultasikan dengan dokter terkait masalah pasien dan untuk meresepkan obat tidur dengan dosis yang sesuai.

Konstipasi dan Masalah Pencernaan

Seiring perkembangan penyakit Parkinson, saluran pencernaan pasien akan melambat dan berfungsi kurang efisien. Kurangnya gerakan ini bisa menyebabkan iritasi dan konstipasi pada saluran usus meningkat. Selain itu, obat tertentu yang sering diresepkan untuk pasien Parkinson, seperti antikolinergik, dapat menyebabkan konstipasi.

Untuk menanganinya, penderita perlu mengkonsumsi makanan seimbang dengan banyak sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, karena jenis makanan tersebut mengandung banyak serat, yang bisa membantu mencegah sembelit.

Penderita juga diperbolehkan menggunakan bubuk dan suplemen serat, namun dengan ketentuan dan saran dari dokter.

Masalah Pada Saluran Kemih

Sama halnya seperti saluran pencernaan yang bisa menjadi lebih lemah, begitu pula otot sistem saluran kemih juga akan melemah. Pengobatan yang diresepkan untuk perawatan Parkinson dapat menyebabkan sistem saraf otonom berhenti berfungsi dengan baik. Bila itu terjadi, pasien mungkin mulai mengalami inkontinensia kencing atau sulit buang air kecil.

Untuk mengatasinya, pasien disarankan untuk banyak mengkonsumsi air putih dan menghindari minuman berwarna, mengandung gula, dan bersoda. Selain itu, konsumsi buah dan sayur juga sangat dianjurkan.

Hilangnya Nafsu Makan

Pada stadium lanjut penyakit ini, otot-otot di tenggorokan dan mulut pasien mungkin bekerja kurang efisien. Hal ini bisa membuat pasien sulit untuk mengunyah dan menelan. Hal ini juga dapat meningkatkan kemungkinan meneteskan air liur atau tersedak saat makan. Takut tersedak dan masalah makan lainnya membuat pasien berisiko mengalami gizi buruk. Untuk penanganan pada kasus ini, pasien sebaiknya mengkonsumsi makanan yang mudah untuk ditelan seperti bubur dan sereal.

Itulah beberapa hal yang bisa kita pelajari dari penyakit parkinson,semoga dapat berguna bagi para pembaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here