alergi susu pada anak
Sumber gambar Google (dilabeli untuk digunakan ulang)

Tahukah Bunda bahwa Masa kanak-kanak adalah masa dimana tubuh mengalami perkembangan yang paling pesat. Di masa ini semua jaringan tubuh mulai berkembang sesuai dengan tingkat usia anak-anak tersebut. Agar perkembangan anak-anak berjalan dengan baik, perlu adanya nutrisi yang cukup untuk mendorong setiap pertumbuhan jaringan yang ada di dalam tubuh anak. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan tinggi vitamin dan nutrisi. Contohnya seperti susu. Susu banyak mengandung vitamin lemak protein dan zat baik lainnya yang berguna bagi perkembangan tubuh anak di setiap tingkat usianya. Banyak Jenis susu yang dapat dikonsumsi mulai anak-anak hingga orang dewasa. Susu yang sering dikonsumsi masyarakat adalah susu sapi. Susu yang berasal dari hewan sapi ini memiliki nutrisi yang cukup untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Di dalam susu sapi mengandung protein kalsium vitamin lemak dan masih banyak zat yang lain yang berguna bagi anak.

Namun seringkali tidak sedikit anak yang mengalami alergi terhadap protein susu sapi. Kadang Hal itu membuat kalangan ibu-ibu yang sudah tidak memberikan ASI kepada anak-anaknya dan harus memenuhi nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Maka Sudah menjadi kewajiban bagi para ibu untuk mencari cara untuk mengatasi hal tersebut agar nutrisi anak tetap terjaga dan terpenuhi. Alergi susu sapi atau alergi protein susu sapi merupakan keadaan dimana pada saat sistem imun yang dimiliki oleh anak memiliki Respon yang tidak normal terhadap kandungan nutrisi terutama kandungan protein yang ada di dalam susu sapi. Anak yang terkena alergi protein susu sapi biasanya akan mengalami muntah mual sesak nafas gangguan pencernaan bahkan alergi seperti gatal-gatal di kulit. Apabila bunda menemui gejala tersebut pada anak, segeralah membawa anak bunda ke dokter anak untuk melakukan pemeriksaan ataupun tes alergi. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dari feses, darah, sampai tes alergi dengan menggunakan jarum yang disuntikkan ke kulit di mana jarum tersebut mengandung susu sapi.

Lalu sebenarnya mengapa seorang anak dapat terserang alergi susu sapi? Seperti yang sudah dijelaskan di atas hal ini berkenaan dengan sistem imun yang dimiliki anak. Di mana saat anak meminum susu, yang kemudian susu yang mengandung protein tersebut masuk ke dalam tubuh anak, maka tubuh anak akan merespon protein tersebut sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh sehingga tubuh akan berusaha menolak dengan memberikan Efek seperti mual sesak napas bahkan sampai muntah. Apabila hal tersebut dibiarkan saja akan sangat berbahaya bagi pencernaan anak. Anak akan mengalami dehidrasi yang hebat dan menimbulkan infeksi yang terjadi pada pencernaannya.
Sebenarnya alergi protein susu sapi jarang terjadi kepada anak-anak. Hanya 2 dari 7 anak yang dapat terserang alergi protein susu sapi ini. Dan tak jarang anak-anak yang terserang alergi protein susu sapi alerginya bisa sembuh ketika anak tersebut telah melewati usia 4 tahun. Namun tidak jarang juga yang masih mengalami alergi protein susu sapi hingga lebih dari usia 4 tahun. Jenis alergi ini sering disamakan dengan penyakit intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa adalah penyakit di mana saat seseorang tidak mampu mencerna laktosa yang ada di dalam susu. Laktosa merupakan zat gula yang biasanya terdapat di dalam susu sapi. Gejala intoleransi laktosa hampir sama dengan gejala yang terjadi pada alergi protein susu sapi. Perbedaan dari kedua Penyakit ini adalah intoleransi laktosa tidak menyerang sistem imun yang ada di tubuh sedangkan alergi lebih kepada menyerang sistem imun yang ada di tubuh khususnya anak-anak. Gejala yang terjadi pada anak dan orang dewasa pun memiliki perbedaan. Terkadang gejala yang terjadi pada orang dewasa lebih ekstrim dibandingkan dengan anak-anak. Karena biasanya penyakit ini menyerang orang dewasa maka faktor yang memengaruhi penyakit ini pun berhubungan dengan meningkatnya usia seseorang yang bertambah tua. Adanya pengobatan kanker seperti kemoterapi juga merupakan faktor yang mempengaruhi penyakit ini dapat muncul, karena adanya radiasi yang berasal dari obat kemoterapi tersebut, menyebabkan efek panas dan akan berpengaruh terhadap pencernaan anda.
Maka Bagaimanakah mengatasi alergi protein susu sapi pada anak tersebut Bunda? Selain dengan melakukan konsultasi dokter secara rutin, anda juga harus teliti terhadap makanan yang akan Anda berikan kepada anak anda dan mulai mengganti minuman pendamping seperti susu sapi dengan susu yang lain contohnya susu kedelai ataupun susu kambing. Kedua jenis susu tersebut juga memiliki nutrisi yang baik dan cukup untuk memenuhi kebutuhan zat yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Dan rasanya juga tak kalah enak dan hampir sama dengan susu sapi bahkan bunda dapat membuatnya sendiri di rumah.

Demikian informasi mengenai alergi protein susu sapi dan bagaimana cara mengatasinya, semoga dapat menambah wawasan anda dan memberikan solusi yang tepat bagi masalah anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here