anemia ibu hamil
Sumber gambar : Google (Untuk digunakan ulang)

Anemia adalah kondisi umum, terjadi pada 50% wanita hamil. Namun, kondisi ini bisa diperbaiki jika ibu memilih untuk mempertahankan pola makan yang tepat. Apa yang harus saya makan dan hindari makanan? Lihat tipsnya di bawah ini!

Apa yang harus ibu hamil makan saat anemia?

 

Kecuali untuk kasus anemia berat yang memerlukan suplemen zat besi, kasus anemia ringan dapat dengan mudah diimbangi dengan asupan makanan sehari-hari. Anda tidak hanya tahu apa yang harus dikonsumsi oleh wanita anemia, Anda juga harus mempertimbangkan makanan yang dapat mengganggu kemampuan tubuh menyerap zat besi. Berikut adalah daftar makanan baik dan tidak baik untuk wanita hamil saat anemia!

anemia ibu hamil
Sumber gambar : Google (Untuk digunakan ulang)

Apa yang harus saya makan

  1. Makanan kaya akan zat besi

Besi terlibat dalam produksi darah serta pengangkutan oksigen ke dalam darah ke jaringan di tubuh. Kekurangan zat besi adalah penyebab umum hemoglobinemia rendah. Karena itu, tidak mengherankan kalau makanan kaya zat besi ada di daftar saat dimakan dengan anemia.

Wanita hamil dapat meningkatkan suplai zat besi melalui daging merah, bit, tahu, asparagus, hati ayam, telur utuh, tiram, apel, buah delima, aprikot, semangka, plum, biji labu, kacang almond, kismis Perhatikan, dibandingkan dengan sumber zat besi dari makanan, hewan memiliki kandungan besi tinggi dan lebih mudah menyerapnya.

  1. Makanan kaya akan vitamin C

Bahkan jika Anda telah diperkaya dengan makanan kaya zat besi, jika tubuh Anda kekurangan vitamin C, Anda masih berisiko mengalami anemia. Tubuh hanya bisa menyerap 2-20% zat besi dari tanaman, dengan hewan mungkin lebih tinggi, sekitar 15-35%. Namun, jika suplemen vitamin C adalah zat besi, tingkat penyerapannya mungkin enam kali lebih tinggi.

Makanan yang kaya akan vitamin C termasuk jeruk, lemon, stroberi, pepaya, paprika, brokoli, jeruk bali dan tomat.

  1. Suplemen asam folat

Asam folat membantu mencegah risiko cacat tabung saraf. Ibu ini pasti sudah tahu semuanya. Namun, tahukah Anda bahwa asam folat juga penting untuk diet wanita yang anemia?

 

Seperti zat besi, asam folat juga terlibat dalam produksi sel darah merah. Oleh karena itu, defisiensi folat dapat menyebabkan kadar hemoglobin rendah. Beberapa sumber asam folat yang baik: sayuran berdaun hijau, taoge, kacang kering, kuman gandum, kacang tanah, pisang, brokoli dan hati ayam.

Apa makanan yang harus ibu hamil hindari saat anemia

  1. makanan kaya kalsium

Meski penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin, suplementasi kalsium lebih dari 50mg akan mengganggu kemampuan tubuh menyerap zat besi. Bahkan jika kalsium 300-600 mg ditambahkan pada saat bersamaan, penyerapan zat besi hampir sepenuhnya ditekan.

Untuk kehamilan yang sehat, suplementasi kalsium sangat penting. Namun, untuk menghindari penyerapan zat besi, mengakibatkan anemia, ibu hamil harus mengkonsumsi suplemen kalsium secukupnya. Pada saat bersamaan, hindari menambahkan kalsium beserta zat besi.

  1. Makanan yang mengandung oksalat

Seperti kalsium, oksalat juga bisa mengurangi penyerapan zat besi. Salah satu contohnya adalah bayam. Meski sangat kaya zat besi, bayam juga mengandung oksalat, sehingga menyulitkan tubuh menyerap zat besi pada sayuran. Selain bayam, oksalat dapat ditemukan di lobak, kangkung, teh, coklat, peterseli …

Solusinya sederhana: Saat mengonsumsi makanan yang mengandung oksalat, sang ibu harus dikombinasikan dengan makanan kaya vitamin C untuk meningkatkan kemampuan tubuh menyerap zat besi.

3. Makanan mengandung tanin

Makanan yang mengandung tanin seperti teh, kopi, apel, jus, buah beri … tidak baik untuk penyerapan zat besi. Tannin adalah jenis polifenol, yang dapat sangat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi. Untuk menghindari efek penekanan tannin, dalam waktu dua jam sebelum dan sesudah pemuatan besi, wanita hamil harus menjauh dari makanan ini.

Nutrisi selama kehamilan itu penting karena tidak hanya mempengaruhi kesehatan ibu tapi juga perkembangan janin. Mudah-mudahan, dengan artikel tentang anemia selama kehamilan, ibu bisa membantu memilih pilihan nutrisi yang tepat untuk menjamin kesehatan ibu dan bayi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here